Blog Alasan Profesi Advokat Disebut Officium Nobile

Alasan Profesi Advokat Disebut Officium Nobile



 

Dalam kegiatan akademik Praktik Pengembangan Kompetensi “Pendidikan dan Pelatihan Keadvokatan” bagi Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya bekerja sama dengan Perkumpulan Pengacara Indonesia (PERARI) yang dilaksanakan secara daring (via Zoom) pada tanggal 24 Oktober 2020, disampaikan oleh pemateri yang bernama Imam Sujono ( Advokat dari Perkumpulan Pengacara Indonesia) tentang alasan – alasan mengapa profesi advokat disebut profesi Officium Nobile (profesi mulia), yaitu profesi advokat banyak mengandung nilai – nilai moral yang diperjuangkan tidak hanya sebatas nilai komersil (bisnis).

 

Nilai – Nilai Moral Advokat Sebagai Profesi Officium Nobile

  • Nila – Nilai Kemanusiaan (Humanity)

Dalam arti penghormatan pada sebuah martabat kemanusiaan.

  • Nilai – Nilai Keadilan (Justice)

Dalam arti dorongan untuk dapat selalu memberikan kepada orang apa yang menjadi haknya.

  • Nilai Kepatuhan atau Kewajaran (Reasonableness)

Dalam arti bahwa upaya untuk mewujudkan ketertiban dan keadilan didalam masyarakat.

  • Nilai Kejujuran (Honesty)

Dalam arti adanya dorongan kuat untuk dapat memelihara kejujuran dan menghindari diri dari perbuatan yang curang.

  • Nilai Integritas (Integrity)

Dalam arti adanya sebuah kesadaran untuk selalu menghormati dan juga menjaga integritas dan kehormatan profesinya.

  • Nilai Pelayanan Kepentingan Public (To Serve Public Interest)

Dalam arti bahwa di dalam sebuah pengembangan profesi hukum telah imberent semangat keberpihakan pada hak-hak dan kepuasan masyarakat sebagai pencari keadilan yang merupakan suatu konsekuensi langsung dari di pegang teguhnya nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan juga kredibilitas profesinya.

 

Dalam kegiatan daring yang diikuti 84 orang tersebut lebih lanjut Imam Sujono berharap dari lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang akan menekuni profesi advokat agar mampu untuk menjaga marwah profesi advokat yang Officium Nobile.

Nilai-nilai moralitas umum atau dasar diatas harus dimiliki, dan tertanam dalam hati nurani setiap pribadi advokat, hubungan dengan klien, hubungan dengan teman sejawat, bertindak menangani perkara, dalam rangka untuk mewujudkan keadilan, kebenaran, dan kepastian hukum bagi setiap orang.