Blog BMKG Sebut Gempa Bumi Banda Aceh Dan Nias Barat M 5,3 Serta Sumba Barat Daya M 5,2 Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG Sebut Gempa Bumi Banda Aceh Dan Nias Barat M 5,3 Serta Sumba Barat Daya M 5,2 Tidak Berpotensi Tsunami



Gempa bumi dengan Magnitudo 5,3 terjadi di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (14/11/2020) pukul 01.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter resminya menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG menyampaikan pusat gempa berada di koordinat 5.69 LU, 95.56 BT, atau di darat 30 kilometer timur laut Banda Aceh, dengan kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah 10 kilometer.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 guncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Hasil pemodelan menunjukan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Kamis (12/11/2020).

Rahmat mengatakan titik koordinat gempa berada di 9,58 lintang selatan dan 118,16 bujur timur. Sedangkan pusat gempa di laut 113 km barat laut Kodi-Sumba Barat Daya dengan kedalaman 16 km. Menurut dia, jenis gempa tersebut dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan gempa bumi memiliki mekanisme oblique naik (oblique-thrust fault).

Gempa bumi hari ini Senin (9/11/2020), berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara (Sumut), pukul 16.30 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi berlokasi di titik koordinat 5,13 Lintang Selatan (LS) dan 90,69 Bujur Timur (BT).

Hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ucap dia. Selain itu, getaran gempa dirasakan di Waitabula skala MMI III-IV, Tambolaka, Kodi, Sumbawa, dan Bima skala MMI III. Sumbawa Barat skala MMI II – III. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ucap dia.